PROFESIONALISME KERJA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANGGOTA SAMAPTA POLRI

Agustina, Eva Tri (2010) PROFESIONALISME KERJA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANGGOTA SAMAPTA POLRI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100060161.pdf

Download (241kB)
[img] PDF
F100060161.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (863kB)

Abstract

Polisi Samapta khususnya pengendali massa merupakan satuan polisi yang senantiasa melaksanakan fungsi kepolisian yang bersifat preventif. Pelaksanaan tugas dengan profesionalisme kerja yang tinggi merupakan harapan besar masyarakat atas polisi-polisinya. Kegagalan demi kegagalan yang merusak citra Polri di masyarakat dapat dipastikan karena kecerdasan emosional yang masih rendah di lingkungan Polri. Seperti penanganan pengamanan unjuk rasa yang menjadi tugas polisi pengendali massa yang cenderung represif dan menggunakan kekerasan sehingga berujung pada tindak anarkis. Profesionalisme kerja memerlukan kecerdasan secara intelektual dan kecerdasan secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan profesionalisme kerja pada anggota Samapta Polri. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan profesionalisme kerja pada anggota Samapta Polri. Penelitian ini menggunakan studi populasi karena semua subjek yang menjadi anggota populasi dijadikan sebagi sampel penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah personil pengendali massa Polres Sukoharjo yang berjumlah 62 personil. Metode pengumpulan data menggunakan skala, yaitu skala kecerdasan emosional dan skala profesionalisme kerja. Dari hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,674 dengan p<0,01. Sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional terhadap profesionalisme kerja sebesar 45,5%. Hasil penelitian ini berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan profesionalisme kerja. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka akan semakin tinggi profesionalisme kerja, dan sebaliknya. Nilai rerata empirik = 99,629 dan rerata hipotetik = 117,5, hasil ini menunjukkan kecerdasan emosional subjek penelitian tergolong rendah. Kondisi ini dapat diartikan aspek-aspek yang terdapat pada kecerdasan emosional belum menjadi karakter kepribadian pada subjek penelitian khususnya dalam pekerjaan. Begitu pula hasil kategori profesionalisme kerja juga tergolong rendah dengan rerata empirik = 93,952 dan rerata hipotetik = 115, artinya subjek penelitian belum memiliki kemampuan mengontrol perilakunya, dan belum mampu bekerja berdasarkan etika dan ilmu kepolisian yang telah dikuasai sehingga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat belum dapat memuaskan. Adapun kesimpulan dari penelitian ini menyatakan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan profesionalisme kerja. Kecerdasan emosional tergolong rendah, profesionalisme tergolong rendah. Artinya kecerdasan emosional dapat memprediksi profesionalisme kerja. Namun demikian masih banyak variabel-variabel lain yang diasumsikan dapat mempengaruhi profesionalisme kerja selain kecerdasan emosional.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kecerdasan Emosional, Profesionalisme Kerja
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Ken Retno Yuniwati
Date Deposited: 17 Feb 2011 09:15
Last Modified: 20 Nov 2019 03:06
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/10451

Actions (login required)

View Item View Item